Miqat dalam Ibadah Haji dan Umroh

Untuk para kandidat jemaah umrah dan haji, banyak sesuatu yang harus diketahui sebelum pergi ke Tanah Suci. Salah satunya ialah tentang miqat. Apa tersebut miqat?

Supaya niat anda beribadah umroh sebelum pergi umroh dapat diwujudkan dengan nyaman, perlu bagi anda untuk berhati-hati saat memilih paket umroh. Pilih paket umroh yang memasang harga realistis cocok dengan fasilitas yang diajukan. Berdasarkan data dari studi yang dilakukan di sejumlah perusahaan travel yang menyediakan paket perjalanan umroh, biaya pergi umroh reguler rata-rata di atas Rp20 juta per orang.

Fasilitasnya diataranya yaitu, paket umroh sepuluh hari dengan fasilitas tiket maskapai kelas ekonomi, makan tiga kali perhari, dan hotel bintang empat.

Adapun beragam paket umrah yang tersedia pada travel haji khusus resmi / travel umroh resmi, selain paket umroh regular, sahabat umroh juga bisa memilih untuk daftar umroh plus turki , umroh plus singapura, umroh plus palestina bagi yang ingin sambil jalan-jalan. Kemudian ada paket umroh Ramadan, dan paket umroh spesial lainnya.

Mengutip buku “Tuntunan Manasik Haji dan Umrah” yang dipublikasi oleh Kementerian Agama RI, miqat merupakan lokasi atau waktu yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW selaku pintu masuk untuk memulai haji atau umrah. Sehabis melakukan miqat, jemaah menuju Baitullah dan mulai berlakulah larangan sewaktu berpakaian ihram.

Ada 2 jenis miqat, yakni:

Miqat Zamani

Miqat zamani ialah deadline melaksanakan haji, yang bermula semenjak tanggal 1 Syawal sampai dengan terbit fajar pada tanggal 10 di bulan Dzulhijjah. Miqat zamani merupakan ketetapan waktu untuk melaksanakan ibadah haji. Sementara, untuk umrah, miqat zamani berlaku selama tahun.

Miqat Makani

Miqat makani merupakan batas lokasi untuk memulai ihram haji atau umrah. Definisi lainnya dapat juga bermakna ketetapan lokasi di mana seorang jemaah mesti memulai niat haji atau umrah. Urutannya, jemaah melakukan miqat makani di tempat yang sudah ditentukan dengan berpakaian ihram, silam melaksanakan salat sunah 2 rakaat di tempat miqat, menuturkan niat, dan bertolak menuju Mekkah untuk melakukan thawaf dan sa’i.

Ada lima lokasi yang jadi tempat miqat makani. Kelima lokasi ini ditetapkan oleh Rasulullah SAW selaku lokasi miqat untuk berhaji/umrah bagi warga dan tiap orang yang melewatinya meskipun bukan penduduk setempat.

Tiap-tiap jemaah dari bermacam-macam Negara-negara mempergunakan tempat tertentu selaku menetap untuk miqat makani, disesuaikan dengan dari mana dia berasal. Demikian juga dengan jemaah Indonesia. Ada lokasi-lokasi miqat yang sering dipakai oleh jemaah haji/umrah asalkan Indonesia.

5 Lokasi Area Miqat Makani

1. Zulhulaifah (Bir Ali)

Bir Ali jadi lokasi miqat bagi penduduk Madinah dan yang melewatinya. Jemaah haji berasal dari Tanah Air Nusantara kebanyakan miqat di Masjid Zulhulaifah (Bir Ali) yang terletak 9 kilometer dari Madinah.

2. Juhfah

Juhfah berlokasi kisaran 183 kilometer di arah barat laut Mekkah. Area miqat ini pada umumnya dipakai jemaah dari Syria, Yordania, Mesir dan Lebanon.

3. Qarnul Manazil (as-Sail)

Area Qarnul Manazil (as-Sail) di dekat wilayah pegunungan Taif, kisaran 94 kilometer di timur Makkah. Pada umumnya, titik miqat ini jadi tempat miqat bagi jemaah dari Dubai.

4. Yalamlam

Yalamlam terletak di arah tenggara Mekkah, dengan jarak kisaran 92 kilometer. Ini ialah tempat miqat bagi jemaah dari Yaman dan mereka yang melalui jalur yang sama, menyerupai jemaah dari India, Pakistan, China, dan Jepang. Jemaah haji dari tanah air yang mengambil miqat sewaktu perjalanan di penerbangan pada umumnya dilakukan saat pesawat mendekati Yalamlam/Qarnul Manazil.

Kru pesawat bakalan mengumumkan apabila pesawat sudah tidak bakalan melintas di atas Yalamlam/Qarnul Manazil. Apabila mengambil miqat di pesawat, maka jemaah disarankan lekas berpakaian ihram dan melakukan niat haji/umrah di dalam hati dan mengucapkannya dengan lisan.

5. Zatu Irqin

Area miqat ini berjarak kisaran 94 kilometer di arah timur laut Mekkah. Pada umumnya, dipakai selaku tempat miqat jemaah dari Iran dan Irak atau yang melalui jalur yang sama.

Area Miqat Jemaah Haji Asalkan Indonesia

Ada sejumlah tempat miqat makani bagi jemaah asalkan Indonesia, bergantung pada gelombang keberangkatan.

Jemaah haji gelombang I yang mendarat di Madinah bakalan mengambil miqat di Bir Ali (Zulhulaifah).

Jemaah haji gelombang II yang turun di Jeddah mempunyai beberapa pilihan mengambil miqat, yakni:

1. Dapat di asrama haji embarkasi;
2. Di dalam pesawat saat pesawat melintas sebelum atau di atas Yalamlam/Qarn al-Manazil;
3. Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Bandara King Abdul Aziz dijadikan tempat miqat sehabis Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa pada 28 Maret 1980 tentang keabsahan Bandara Jeddah selaku lokasi miqat . Fatwa ini dikukuhkan lagi pada tanggal 19 September 1981..
Yang Mesti Diperhatikan sewaktu Melakukan Miqat Makani
Bagi jemaah haji/umrah asalkan Indonesia, berikut sejumlah sesuatu yang perlu diperhatikan sewaktu miqat:

Miqat di Bir Ali dilakukan sebelum berangkat ke tanah suci Mekkah. Seluruh jemaah sudah tidak memakai pakaian ihram. Bagi jemaah cowok, mereka mesti mencopot seluruh pakaian dalam sebelum berangkat dari hotel dan berpakaian ihram menuju Zulhulaifah/Bir Ali. Memakai pakaian ihram juga dapat dilakukan di tempat miqat.

Melaksanakan shalat sunah ihram sebanyak 2 rakaat ketika berada di Bir Ali. Berikutnya, jemaah berniat ihram umrah/haji. Niat disampaikan dalam hati dan menuturkan secara lisan. Khusus teruntuk jemaah wanita-wanita yang sedang mengalami haid atau jemaah secara umum yang sedang sakit, mereka dapat berniat ihram umrah atau haji di dalam bis.
Sehabis miqat dan menuturkan niat, maka berlaku larangan-larangan sewaktu berihram. Larangan sewaktu berihram bagi jemaah cowok di antaranya ialah memakai pakaian seringkali, sepatu yang menutup tumit, dan dilarang menggunakan tutup kepala.

Sementara, bagi jemaah wanita-wanita, larangannya ialah enggak bisa berkaus tangan dan menutup muka. Jemaah, baik cowok ataupun wanita-wanita, juga dilarang mempergunakan wangi-wangian (kecuali sebelum berihram), melakukan korelasi suami-istri, memotong kuku, mencabut/memotong rambut atau bulu, serta tidak bisa memburu hewan.

Sedang perjalanan dari miqat menuju Masjidil Haram, jemaah disarankan rajin membaca talbiyah. Bacaan talbiyah yakni:

Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariika laka labbaik

Makna dari lantunan talbiyah selaku berikut, “Aku penuhi panggilanMu ya Allah, aku penuhi panggilanMu ya Allah dan tiada sekutu bagiMu. Bahwasanya segala puji, nikmat, serta kekuasaaan cuma bagi-Mu tanpa sekutu apa pun bagi-Mu.”

Maka dengan telah mengetahui apa aja yang bakalan ditekuni sewaktu memberangkatkan ibadah haji dan umrah, tergolong miqat, maka bakalan membantu dan permudah kita sewaktu melakukan rangkaian ibadah. Bekal wawasan ini insha Allah bisa jadi penuntun kita dalam beribadah. Bagi Sobat Principal, ayo semangat membekali diri sebelum ke Tanah Suci!